Kamis, 1 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
114holdem.com114holdem.com
114holdem.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Pensiunan Kerja Lagi: 5 Kesalahan Wawancara yang S...

Pensiunan Kerja Lagi: 5 Kesalahan Wawancara yang Sering Dilakukan

Banyak pensiunan gagal saat melamar kerja lagi karena kesalahan klasik di wawancara. Ini cara menghindarinya.

Beberapa bulan lalu gue ngobrol sama Pak Hendra, tetangga gue yang baru pensiun dari perusahaan BUMN. Usianya 58, masih sehat, masih pengin produktif. Dia cerita kalau dia udah ngelamar ke belasan tempat, tapi selalu mentok di wawancara. "Kayaknya mereka lihat umur gue langsung nggak minat," katanya sambil ketawa kecut.

Gue penasaran, akhirnya gue tanya lebih detail soal gimana dia jawab pertanyaan-pertanyaan interview. Dan... ya ampun. Ternyata masalahnya bukan cuma soal umur. Ada pola kesalahan yang berulang, dan itu sebenarnya bisa dihindari.

Kalau kamu pensiunan yang masih pengin kerja lagi — entah full time, part time, atau konsultan — artikel ini buat kamu. Gue rangkum lima kesalahan yang paling sering terjadi, berdasarkan cerita Pak Hendra dan beberapa teman pensiunan lain yang gue kenal.

1. Terlalu Fokus ke Masa Lalu, Bukan ke Kontribusi Sekarang

Ini kesalahan nomor satu. Waktu ditanya "ceritakan tentang diri Anda", banyak pensiunan langsung ngobrol panjang soal jabatan terakhir, prestasi 10 tahun lalu, atau proyek besar yang pernah dipimpin. Nggak salah sih, tapi ada masalahnya.

Pewawancara nggak cuma pengin tahu kamu dulu siapa. Mereka pengin tahu kamu sekarang bisa ngapain buat mereka. Kalau kamu habis 5 menit ngomong soal masa kejayaan di perusahaan lama, mereka bakal mikir: "Orang ini masih hidup di masa lalu."

Ceritakan pengalamanmu, tapi selalu sambungkan dengan apa yang bisa kamu lakukan hari ini untuk posisi yang dilamar.

Contohnya gini. Daripada bilang "Saya dulu memimpin tim 50 orang selama 8 tahun," coba ubah jadi: "Saya dulu memimpin tim 50 orang. Dari situ saya belajar cara mengelola konflik dan deadline ketat — dan itu yang saya siap bawa ke posisi ini." Jauh lebih relevan, kan?

2. Meremehkan Kemampuan Teknologi (atau Sebaliknya, Sok Jago)

Jangan bilang "Saya Gaptek"

Gue sering dengar pensiunan ngomong gini di wawancara: "Ya namanya juga saya udah tua, pak. Yang penting-penting saya bisa, yang teknologi-teknologi begitu saya kurang paham."

Duh. Kalimat ini langsung mematikan peluang. Pewawancara nggak butuh kamu jago semua software, tapi mereka butuh yakin kamu mau belajar. Mengaku gaptek di depan interviewer itu sama aja kamu bilang "saya nggak mau repot."

Yang lebih baik: tunjukkan kalau kamu sudah nyoba. "Saya belum familiar dengan tools X, tapi saya sudah coba belajar lewat YouTube dan sudah bisa dasar-dasarnya. Kalau ada pelatihan, saya siap ikut." Itu jawaban yang bikin mereka tenang.

Tapi Jangan Juga Overclaim

Sebaliknya, ada juga yang sok bilang "Ah, saya mah bisa semua, Excel, PowerPoint, apa aja bisa." Pas dites, ternyata cuma bisa buka file. Ini juga bahaya. Kejujuran soal level kemampuan itu penting. Bilang aja "saya intermediate di Excel, tapi untuk pivot table saya masih belajar." Itu lebih kredibel.

3. Nggak Bisa Menjelaskan Alasan Mau Kerja Lagi

Pertanyaan "kenapa Anda masih mau bekerja padahal sudah pensiun?" itu hampir pasti muncul. Dan banyak pensiunan jawab dengan kalimat yang... kurang meyakinkan.

  • "Ya biar nggak bosen aja di rumah."
  • "Cari tambahan buat cucu."
  • "Istri saya yang suruh."

Nggak ada yang salah secara faktual. Tapi dari sudut pandang perusahaan, jawaban-jawaban itu kedengaran seperti kamu cuma cari kesibukan, bukan beneran mau berkontribusi.

Coba framing ulang. "Saya pensiun dengan pengalaman 30 tahun di bidang logistik. Saya merasa masih bisa bantu perusahaan yang butuh orang dengan jam terbang seperti saya, terutama untuk mentoring tim muda." Nah, ini baru kedengaran seperti value proposition, bukan sekadar pengisi waktu luang.

Gue pernah baca wawancara dengan seorang HRD yang bilang: "Kami nggak masalah rekrut orang 60 tahun, asal dia jelas mau ngasih apa." Jadi kuncinya bukan umur, tapi kejelasan kontribusi.

4. Terlalu Kaku dan Formal — atau Malah Kebalikannya

Ini soal gaya komunikasi. Ada pensiunan yang karena terbiasa dengan budaya perusahaan lama yang sangat hierarkis, jadi terlalu kaku. Jawabannya seperti membaca teks, senyumnya susah, dan nggak ada obrolan ringan sama sekali.

Tapi ada juga yang kebalikannya: terlalu santai, manggil interviewer dengan "kamu" padahal usianya jauh lebih muda, atau cerita hal-hal pribadi yang nggak relevan. Misalnya cerita soal cucu, soal sakit lutut, atau soal tetangga yang berisik.

Yang ideal itu di tengah-tengah. Sopan tapi hangat. Formal tapi nggak robotik. Ingat, wawancara itu bukan cuma soal jawaban — tapi soal apakah mereka nyaman kerja sama kamu.

5. Nggak Menyiapkan Pertanyaan Balik

Di akhir wawancara, biasanya ada sesi "ada pertanyaan?". Banyak pensiunan jawab "nggak ada, sudah jelas semua." Ini kesalahan yang sayang banget.

Pertanyaan balik itu menunjukkan kalau kamu serius dan sudah memikirkan posisi tersebut. Kamu bisa tanya soal budaya kerja, ekspektasi di 3 bulan pertama, atau tantangan terbesar di posisi itu. Pertanyaan-pertanyaan ini bikin kamu kelihatan seperti orang yang udah membayangkan diri bekerja di sana, bukan cuma cari kerja asal dapat.

Pak Hendra, setelah gue kasih masukan soal ini, akhirnya diterima jadi konsultan paruh waktu di sebuah startup logistik. Katanya, pertanyaan baliknya soal "apa tantangan terbesar tim ini setahun ke depan" justru bikin obrolan jadi lebih hidup. Interviewer-nya bahkan bilang, "Pertanyaan Bapak ini yang biasanya ditanya orang muda."

Jadi ya, pensiun bukan berarti selesai. Tapi kalau mau kembali ke dunia kerja, mainnya harus sedikit berbeda. Bukan soal menutupi umur, tapi soal menunjukkan bahwa pengalamanmu itu relevan, bukan sekadar sejarah.

Kalau kamu sendiri sedang proses melamar kerja lagi, coba cek lima hal di atas. Mungkin salah satunya sedang kamu lakukan tanpa sadar. Dan kalau ada cerita atau pengalaman lain, boleh banget dibagi — siapa tahu bantu pensiunan lain yang lagi di posisi sama.

Tags: pensiunan wawancara kerja karier senior dunia kerja tips interview

Baca Juga: diamondpolyplast.com