Wawancara kerja pertama gue itu bencana. Bukan lebay, memang beneran bencana. Gue datang terlalu pagi, duduk di lobby sambil keringetan dingin, dan begitu masuk ruangan, otak gue mendadak kosong total. Pertanyaan paling gampang kayak "ceritakan tentang diri kamu" pun gue jawab dengan terbata-bata selama dua menit yang rasanya kayak dua jam.
Hasilnya? Tentu saja tidak lolos. Tapi dari kekacauan itu, gue belajar sesuatu yang gak pernah diajarin di kampus maupun di buku panduan karier mana pun. Jadi buat kamu yang baru mau coba wawancara kerja pertama, ini yang gue harap tahu dari awal.
Kenapa Wawancara Pertama Selalu Terasa Horor
Jujur aja, masalah utamanya bukan karena kamu gak kompeten. Masalahnya karena kamu belum pernah ada di situasi itu. Bayangin naik motor pertama kali — tangan kaku, mata ke mana-mana, takut salah. Wawancara juga gitu.
Baca juga: Gagal Interview Kerja Pertama, Ini 7 Pelajaran Berharga Buat Pemula
Baca Juga: comtotoaksesofficial.website
Gue inget banget waktu itu gue hafal jawaban kayak mau ujian. Gue tulis di kertas, gue baca berulang-ulang di angkot. Tapi begitu pewawancara nanya dengan kalimat yang beda sedikit dari bayangan gue, langsung panik. Padahal pertanyaannya simpel: "Menurut kamu, kenapa kami harus pilih kamu?"
Nah, di sinilah pelajaran pertama datang. Wawancara itu bukan ujian hafalan. Pewawancara pengin lihat cara kamu berpikir dan cara kamu ngomong, bukan dengerin kamu baca script di kepala.
Yang bikin kamu gagal bukan jawaban yang salah, tapi kepanikan yang bikin kamu gak bisa mikir jernih.
Coba Lakuin Tiga Hal Ini Sebelum Berangkat
Setelah beberapa kali gagal dan akhirnya lolos, gue sadar ada tiga hal sederhana yang beneran ngebantu. Gak ribet, gak perlu beli buku mahal, dan bisa kamu lakuin sehari sebelumnya.
1. Riset perusahaan secukupnya, jangan berlebihan
Gue dulu sempet obsesif baca semua berita tentang perusahaan sampai lupa fokus ke diri sendiri. Padahal yang penting cuma tahu: mereka bergerak di bidang apa, produk atau layanannya apa, dan posisi yang kamu lamar ngapain.
Cukup 20-30 menit riset. Buka website mereka, lihat halaman "about", cek satu-dua berita terbaru. Selesai. Lebih dari itu, kamu cuma bikin otak penuh dan makin gugup. Ini pengalaman pribadi gue, dan sampe sekarang masih gue pakai tiap mau wawancara.
2. Siapkan tiga cerita, bukan tiga jawaban hafalan
Ini yang paling ngebantu gue. Daripada hafal jawaban, gue siapin tiga cerita pengalaman: satu soal kerja tim, satu soal masalah yang berhasil gue selesaiin, satu soal kenapa gue tertarik sama bidang itu.
Kenapa cerita? Karena dari satu cerita, kamu bisa jawab banyak pertanyaan sekaligus. Ditanya soal teamwork? Pakai cerita itu. Ditanya soal tantangan? Bisa juga. Cerita itu fleksibel, sedangkan hafalan kaku dan gampang patah begitu pertanyaannya berubah.
3. Latihan ngomong, bukan cuma baca di kepala
Ini kesalahan gue yang paling parah. Gue dulu cuma baca jawaban di dalam kepala, gak pernah ngomong beneran. Pas harus keluar suara, lidah kayak kaku dan kalimat jadi berantakan.
Coba rekam diri kamu sendiri pakai HP. Dengerin ulang. Awalnya pasti ngilu dengerin suara sendiri, tapi ini cara paling cepat buat tahu di mana kamu kebanyakan "eeeh" atau muter-muter gak jelas. Latihan ngomong depan cermin juga lumayan, walau rasanya agak absurd.
Hal yang Gak Ada di Buku Panduan
Ada satu hal yang gak pernah gue baca di artikel tips karier mana pun: wawancara itu dua arah. Kamu juga lagi menilai mereka, bukan cuma mereka yang menilai kamu.
Waktu gue mulai mikir kayak gitu, badan gue mendadak lebih rileks. Gue gak lagi kayak orang yang minta dikasihani, tapi kayak orang yang lagi ngobrol buat cari tahu apakah kita cocok. Pewawancara juga manusia biasa, kok. Kadang mereka lebih gugup dari kamu, apalagi kalau yang wawancara kamu masih muda atau baru dipromosikan.
Dan satu lagi: ditolak itu bukan akhir dunia. Gue udah ngerasain ditolak berkali-kali, dan tiap penolakan selalu ngasih info baru soal apa yang kurang. Kadang kurang persiapan, kadang memang posisinya gak cocok. Dua hal yang beda, dan dua-duanya gak ada hubungannya sama nilai diri kamu sebagai orang.
- Datang 10-15 menit lebih awal, jangan terlalu pagi biar gak makin gugup
- Bawa catatan kecil berisi poin-poin cerita kamu, gak apa-apa kok dilihat sebentar
- Kalau ada pertanyaan yang gak kamu tahu jawabannya, bilang jujur dan tawarin cara kamu bakal cari tahu
- Siapin satu-dua pertanyaan buat mereka di akhir, ini nunjukin kamu serius
Buat Kamu yang Baru Mulai
Kalau kamu lagi deg-degan mikirin wawancara pertama, tenang. Semua orang pernah ada di posisi kamu, termasuk orang yang sekarang kelihatan jago ngomong di ruang meeting. Bedanya cuma mereka udah lewatin proses gagal yang sama.
Gak perlu jadi sempurna. Kamu cuma perlu hadir, jujur, dan sedikit lebih siap dari kemarin. Wawancara pertama mungkin gak lolos, dan itu gak apa-apa. Yang penting kamu coba, karena setiap percobaan bikin kamu sedikit lebih paham cara mainnya. Dari pengalaman gue, yang akhirnya lolos bukan yang paling pintar, tapi yang paling sering berani nyoba.